body{display:block; -khtml-user-select:none; -webkit-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; -o-user-select:none; user-select:none; unselectable:on;}

Sabtu, 09 Mei 2015

Rangkuram Materi Sejarah Kerajaan-Kerajaan Hindhu-Budha di Indonesia



Rangkuram Materi Sejarah Kerajaan-Kerajaan Hindhu-Budha di Indonesia

1.     Kerajaan Kutai (bercorak Hindhu)
a.    Letak : Tepi Sungai Mahakam
b.    Sumber sejarah : Tujuh tiang batu (yupa)
c.    Kehidupan politik :
Diperintah oleh Raja Kudungga (pendiri), Raja Aswawarman dan Raja Mulawarman (mencapai puncak kejayaan)
d.    Kehidupan sosial :
Kerajaan Kutai dipengaruhi oleh kebudayaan Hindhu. Masyarakatnya telah mendirikan kerajaan yang teratur dan rapi menurut pola pemerintahan India. Kehidupan budayanya telah mengenal huruf pallawa dengan bahasa sanskerta.
e.    Kehidupan ekonomi : perdagangan

2.    Kerajaan Tarumanegara (bercorak Hindhu)
a.    Letak : Daerah Bogor, Jawa Barat
b.    Sumber sejarah : prasasti ciaruteun, prasasti kebon kopi, prasasti pasir awi, prasasti jambu, dan prasasti muara cianten.
c.    Kehidupan politik :
Diperintah oleh Raja Purnawarman (mencapai puncak kejayaan)
d.    Kehidupan sosial :
Kehidupan politik Tarumanegara sudah teratur dan rapi, hal ini terlihat dari upaya Raja Purnawarman untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Raja Purnawarman juga sangat memperhatikan kedudukan Kaum Brahmana yang dianggap penting dalam melaksanakan setiap upacara korban. Kehidupan budayanya sudah tinggi karena sudah mengenal tulisan pallawa dalam bahasa sanskerta.  
e.    Kehidupan ekonomi :
Pertanian 

3.    Kerajaan Sriwijaya (bercorak Budha)
a.    Letak : Tepi Sungai Musi
b.    Sumber sejarah : prasasti kedukan bukit, prasasti talang tuo, prasasti telaga batu, prasasti telaga batu, prasasti karang berahi, prasasti kota kapur, prasasti pesamah, prasasti ligor, prasasti kanton, prasasti nalanda dan berita dari China.
c.    Kehidupan politik : diperintah oleh Balaputra Dewa. Pada masa ini Sriwijaya mencapai puncak kejayaan. Ia melakukan politik ekspansi untuk menguasai kerajaan-kerajaan sekitar. Wilayah Sriwijaya sangat luas, hampir seluruh nusantara bahkan juga berhasi menguasai Thailand dan Kamboja. Kerajaan ini disebut Negara Nasional Indonesia pertama.
d.    Kehidupan sosial :
kerajaan Sriwijaya dalam bidang pendidikan sangat pesat sehingga menjadi pusat penyebaran agama Budha di Asia Tenggara. Kehidupan budayanya sangat maju karena banyak terdapat peninggalan-peninggalan budaya berupa prasasti baik dari dalam maupun luar negeri.
e.    Kehidupan ekonomi : perdagangan.

4.    Kerajaan Mataram Kuno (bercorak Hindhu-Budha)  
a.    Letak : Bhumi Mataram, Jawa Tengah
b.    Sumber Sejarah : Prasasti Canggal dan Belitung
c.    Kehidupan Politik : diperintah oleh Raja Sanjaya, Rakai Pikatan, Rakai Kayuwangi, Rakai Watuhumalang, Balitung, Daksa, Tulodhing, Wawa, Indra dan Samaratungga.
d.    Kehidupan sosial :
Kehidupan sosial kerajaan Mataram Kuno sudah cukup luas dengan dilakukannya perdagangan dengan kerajaan lain, bahkan sampai ke luar negeri.
Kehidupan budayanya mayoritas menganut agama hindhu dan budha mahayana. Berkembang cerita Ramayana dan Mahabharata yang ditulis dalam huruf kawi.
e.    Kehidupan ekonomi : perdagangan dan pertanian.


Jumat, 08 Mei 2015

Materi Bahasa Indonesia Membaca Cepat



Materi Bahasa Indonesia Membaca Cepat

Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai membaca cepat, alangkah lebih baiknya kita mengetahui pengertian membaca terlebih dahulu. Membaca merupakan kegiatan untuk merangkaiakan fonem/huruf sehingga membentuk sebuah arti. Sedangkan membaca cepat adalah sistem membaca dengan memperhitungkan waktu baca dan tingkat pemahaman terhadap bahan yang dibacanya. Apabila waktu bacaannya semakin sedikit dan tingkat pemahamannya semakin tinggi, maka dikatakan bahwa kecepatan baca orang tersebut meningkat. Membaca cepat merupakan kegiatan membaca dengan metode spiral, zig-zag atau diagonal.

Cara membaca cepat :
a.    Latihan mengenali kata
b.    Latihan mengenali kelompok kata
c.    Latihan mempercepat gerakan mata
Cara mengukur kecepatan membaca :
a.    Catatlah waktu kalian mulai membaca
b.    Catatlah waktu kalian selesai membaca
c.    Catatlah lama kalian membaca
d.    Hitunglah jumlah kata dalam bacaan
e.    Hitunglah kecepatan membaca kalian

KEM : Jumlah kata       =  skor yang diperoleh
Waktu (menit)       skor maksimal

Faktor yang menghambat kecepatan membaca :

a.    Vokalisasi, yaitu membaca sambil bersuara atau mengucapkan kata demi kata yang dibacanya
b.    Gerakan bibir pada waktu membaca baik bersuara maupun tidak bersuara
c.    Gerakan kepala mengikuti kata-kata yang dibaca
d.    Menunjuk (dengan alat/jari) kata yang dibaca pada waktu membaca
e.    Regresi yaitu gerakan mata melihat kembali beberapa kata yang telah dibaca
f.    Subvokalisasi yaitu melafalkan apa yang dibacanya di hati atau pikiran

Macam-macam membaca cepat :
1.     Membaca kata per kata, baris demi baris yang sangat berguna untuk membaca materi yang sulit
2.    Skimming, yaitu alinea pilihan atau baris pertama alinea
3.    Scanning, yaitu memeriksa semua materi untuk mencari sesuatu yang khas misalnya nama atua angka
4.    Membaca visual, yaitu mengejar kelompok kata dengan urutan mana suka. Cara ini cocok untuk memahami bacaan yang agak sulit maupun mudah

Kecepatan membaca :

1.     Membaca skimming dan scanning (>1000 kata per menit)
Digunakan untuk :
a.    Mengenal bahan-bahan yang akan dibaca
b.    Mencari jawaban atas pertanyaan tertentu
c.    Mendapat struktur dan organisasi bacaan serta menentukan gagasan umum dari bacaan
2.    Membaca dengan kecepatan tinggi (500-800 kata per menit)
Tipe membaca ini biasanya digunakan untuk :
a.    Membaca bahan-bahan yang mudah dan telah dikenali sebelumnya
b.    Membaca novel ringan untuk mengetahui jalan ceritanya
3.    Membaca cepat (350-500 kata per menit)
Biasanya digunakan untuk :
a.    Membaca bacaan yang mudah dalam bentuk deskripsi dan bahan-bahan non fiksi yang bersifat informatif
b.    Membaca fiksi yang agak sulit
4.    Membaca dengan kecepatan rata-rata (250-350 kata per menit)
Biasanya digunakan untuk :
a.    Membaca fiksi yang kompleks untuk analisis watak dan jalan ceritanya
b.    Membaca nonfiksi yang agak sulit untuk mendapatkan pemahaman